Kumpulan Quotes Ippho Santosa Tentang Rezeki dan Bisnis

Ippho Santosa (@ipphoright) dilahirkan di kota Pekanbaru pada tanggal 30 Desember 1977. Banyak orang mengenalnya sebagai seorang motivator Indonesia handal yang sering tampil di banyak acara. Selain itu, beliau adalah seorang pebisnis, pengusaha, entrepreneur, investor, dan pelatih di berbagai seminar. Namanya yang unik membuatnya melekat di ingatan banyak orang dan mudah dikenal.

Kutipan Bijak Ippho Santosa Tentang Usaha dan Konsep Rejeki
Kutipan Bijak Ippho Santosa Tentang Usaha dan Konsep Rejeki

Ippho Santosa pun telah menulis beberapa buku yang semuanya memotivasi agar menjadi orang sukses secara finansial. Karyanya yang bertema bisnis dan rezeki antara lain adalah:

  • Muhammad Sebagai Pedagang
  • Marketing is Bullshit
  • 10 Jurus Terlarang!
  • 13 Wasiat Terlarang!
  • 7 Keajaiban Rezeki (buku terlaris tahun 2010-2011)
  • Percepatan Rezeki
  • Hanya 2 Menit
  • Moslem Millionaire
  • Menjemput Rezeki
  • Magnet Rezeki

Tak hanya melalui buku dan seminar, beliau pun sering membagikan banyak kalimat motivasi bisnis Iphho Santosa di Twitter dan media sosial lain untuk memberikan semangat pada orang-orang yang sedang mencoba merintis usaha dari awal. Agar kita semua termotivasi dan bisa belajar dari kesuksesannya, berikut alfabetis.com sajikan kumpulan kata-kata bijak Iphho Santosa tentang usaha, rezeki, beramal, dan bersyukur.

Kalimat Mutiara Ippho Santosa Tentang Bisnis, Usaha, dan Rezeki

Benarkah sedekah itu untuk orang-orang yang membutuhkan? Hm, tidak sepenuhnya benar. Yang sebenarnya, kitalah yang lebih butuh untuk bersedekah.
Berterimakasihlah kepada pasanganmu yang telah menemani dirimu dalam bertumbuh dan menggapai impian-impianmu.
Rezeki yang tidak disangka-sangka jarang sekali menghampiri mereka yang malas, dengki, dan pelit. Hati-hati!
Awal-awal berkarier atau berbisnis, boleh di bidang apa saja. Tapi saat berusia 35 tahun ke atas pastikan yang tak berseberangan dengan passion.
Untuk kaya, ada polanya. Untuk miskin, juga ada polanya. Pelajari polanya dari orang-orang yang teruji. Bukan coba-coba sendiri.
Upayakan bersemangat di pagi hari, karena semangatnya akan membekas sepanjang hari.
Susah bangun pagi? Gimana mau bangun bisnis? Gimana mau bangun rumah tangga?
Diejek? Nggak masalah, tetaplah melangkah maju. Setelah melihat buktinya, pelan-pelan mereka akan setuju.
Sukses bukan soal bakat. Tapi soal kerja keras dan mau belajar.
Ragu-ragu? Tidak akan jadi sesuatu.
"Walaupun miskin, saya tetap jujur." Nah, saran saya, jujurnya diterusin. Miskinnya jangan diterusin.
Banyak orang tabu membahas tentang uang. Dipikirnya itu duniawi semata. Maka uang pun 'tabu' dekat-dekat sama dia.
Jangan sampai begini: punya uang, terus yakin. Kalau nggak punya uang, terus nggak yakin. Berarti uanglah yang jadi Tuhan.
Rezeki nggak bakal ketukar. Semua orang tahu kalimat ini, tapi hanya segelintir yg menerimanya dengan lapang hati.
Kalau kita menganggap kaya itu buruk, maka kita tidak akan kaya. Karena otak bawah sadar kita menolak konsep kekayaan.

Baca Juga: Kata-Kata Motivasi Bob Sadino Tentang Ilmu Bisnis

Hati yang tenang dan lapang akan membuka potensi-potensi. Dari sinilah bermula action yang terarah. Perhatikan saat kita mendendam dan marah.
Saat orang lain berpikiran untuk membesarkan usaha tapi kita malah berpikir bagaimana cara membesarkan sedekah.
Gunakan uang untuk bisnis, investasi, sedekah, berbakti dan menuntut ilmu. Maka uang akan bertambah.
Sukses itu menyenangkan. Melihat alumni yang sukses. Rasanya lebih menyenangkan. Juga ada rasa haru.
Jangan remehkan impianmu. Ditertawakan, tak masalah. Dilecehkan, tak masalah. Yakini impianmu, perjuangkan impianmu.
Belajarlah ilmu investasi. Boleh pada properti, emas, atau bisnis.
Ketika hati telah diliputi cinta, maka senyum, syukur, dan sedekah adalah perkara yang mudah. Iya, mudah. Apapun kondisinya. Dan disadari atau tidak, orang rata-rata hanya bisa terseyum ketika ia sudah sembuh.Orang rata-rata hanya bisa bersyukur dan bersederkah ketika ia sudah berhasil. Ini kurang bijak, menurut saya. Alih-alih begitu, #SangPemenang malah bersikap terbalik.
Begitu melihat Bill Gates berhasil dalam bisnis dan inovasi, sang ibu memaksa Bill Gates untuk menyumbangkan sebagian hartanya kepada orang-orang lemah.
Nabi dan istrinya gemar bersedekah. Tapi bukan berarti mereka menolak bisnis dan investasi. Ini ikhtiar kita sebagai manusia.
Menjadi kaya itu perlu proses. Tapi, menjadi manfaat, tak perlu proses. Semua orang bisa melakukannya, seketika.
Properti, emas, atau bisnis. Masing-masing ada resiko tersendiri. Kalau belum bisa besar, mulai dari yang kecil.
Sahabatku. Rahasia usaha yang menguntungkan itu selalu melibatkan Allah dalam setiap transaksi.
Sungguh, dunia ini bukan dihancurkan oleh nuklir dan kapitalisme, melainkan oleh keserakahan. Sungguh, dunia ini memadai untuk miliaran manusia, namun tidak akan memadai untuk satu orang yang serakah.
Pria sejati sanggup hidup susah. Namun pria sejati, terhadap keluarganya, tidak akan mau memberikan kehidupan yang susah.
Masalah selalu ada. Yang penting ialah sikap dan cara kita terhadap masalah. Baik dalam kerja maupun dalam bisnis.

Baca Juga: Kalimat Mutiara Boy Candra Tentang Hidup dan Perjuangan

Tentukan bidang yang benar-benar Anda cintai dan bersungguh-sungguhlah disana. Pegang kata-kata saya, kita dapat sukses di bidang apa pun. Tapi, kita hanya akan sukses luar biasa di bidang yang benar-benar kita cintai.
Pikiran seperti serba salah dan kehilangan arah. Celakanya, segala peluang pun bisa hilang dan musnah. Lapang hati, lapang rezeki.
Kalau cinta sudah besar, maka pengorbanan akan terasa kecil. Vice versa, demikian pula sebaliknya. Kalau cinta masih kecil, maka pengorbanan akan terasa besar, berat, dan melelahkan.
Yakin itu menular, demikian pula kalau ragu. Maka, yakinlah selalu. Ya, selalu.
Ketika keyakinan sudah besar, maka semua jadi kecil. Dan sebaliknya, ketika keyakinan belum seberapa, maka apa-apa terasa besar, berat, dan mengawang-awang. Pada akhirnya terperosoklah kita pada jurang keputusasaan. Dengan kata lain, sekiranya kita berpegang teguh pada cinta dan keyakinan, mustahil kita terjatuh pada jurang keputusasaan. Itulah ciri Moslem Millionaire
Kalau tidak mau jadi pengusaha, jadilah investor. Invest di bisnis orang lain, properti, emas dan reksa dana syariah. Agar membaik nafkahmu.
Oleh karena itu, ambillah sebuah keputusan dengan yakin. Itulah ciri Moslem Millionaire. Saat Anda ragu-ragu, sebenarnya Anda yakin untuk gagal.
Boleh-boleh saja mengikuti seminar berbentuk preview atau seminar peluang usaha, asal Anda tahu itu sejak awal dan itu memang kebutuhan Anda.
Berhentilah beralasan. Ingatlah, jenius dalam excuse (beralasan) biasanya idiot dalam eksekusi. Gagap dalam excuse biasanya fasih dalam eksekusi. Action!
Sebagian orang suka ngeles saat memulai bisnis. Keluarga, lingkungan dan modal dijadikan kambing hitam, Untuk menutupi malas dan tidak kreatif dirinya.
Ada pengorbanan yang tidak sebentar dan tidak sedikit. Memang sih, kalau sudah rezeki, nggak bakal ke mana. Tapi kalau kita nggak ke mana-mana, yah nggak ketemu-ketemu rezekinya. Sekali lagi, pencapaian dan pengorbanan adalah dua senyawa yang tak bisa diuraikan.
Sekedar saran, carilah bisnis atau karier yang sarat dengan amal jariyah. Semoga ada kebaikan dan pahala yang terus-menerus mengalir.
Orang yang berhasil, tanpa tawakal, bisa terjebak pada kesombongan. Hati-hati, sombong adalah sifat dasarnya iblis, yang membuanya dimurkai Allah. Orang yang gagal, tanpa tawakal, bisa terjebak pada keputusasaan. Hati-hati, putus asa adalah atheis kecil, karena berhenti memercayai pertolongan Allah.
Miliki impian, besarkan impian, dan jiwai impian tersebut. Orang akan jatuh pada kemalasan, ketika ia tidak memiliki impian yang besar atau tidak menjiwai impiannya.
Sebanyak-banyaknya doa dan permohonan kita, mestinya lebih banyak lagi syukur kita.

Baca Juga: Kutipan Unik Raditya Dika Soal Cinta dan Hubungan

Acap kali, kita dihadapkan pada masalah yang sulit dan rumit. Sejatinya, ini terjadi bukan karena tiadanya solusi, tapi karena tiadanya sikap dan ilmu yang tepat dari kita. Begitu ada masalah dan kita bersikap tenang, maka akan terlihat solusinya. Jernih. Kalau bersikap panik? Yah sebaliknya. Percayalah, tenang itu pertanda kekuatan, bukan pertanda kelemahan, bukan pula pertanda kelambatan.
Nikmat manakah yg kita dustakan? Jika kita mengingat nikmat-nikmat dari-Nya, insyaAllah kita malu utk berkeluh-kesah.
Kalau dulu kita membebani orangtua, sekarang yuk hijrah, berubah. Saatnya kita meringankan beban orangtua.
Boleh dibilang, dengki itu seperti, "Kita minum racun, terus kita berharap orang lain yang mati." Yang konyol, siapa coba?
Rezeki kadang wujudnya berupa masalah. Kalau kita tabah, kelak akan terkuak segala hikmah dan berkah. Subhanallah, indah!
Dunia diciptakan bukan untuk dibenci. Boleh disukai sekadarnya. Boleh dipakai seperlunya. Jangan anti :)
Manusia dengan amalnya, bisa lebih mulia daripada malaikat. Tapi karena keserakahannya, bisa lebih hina daripada binatang.
Kalaupun kini Anda benar-benar susah, tetaplah menjaga harga diri. Jangan sampai Anda meminta-minta. Uang boleh tiada, namun harga diri harus tetap ada. Ketika kaya, bermanfaat. Ketika miskin, bermartabat.
Bayangkan kalau rezeki itu serba pasti semua, apa masih mau manusia berikhtiar sungguh-sungguh? Tentu tidak. Jadinya malas, menunggu saja
Sedekah bukannya mengurangi, malah menambahi. Bakti bukannya jadi beban, malah membuat hidup terasa lebih ringan.
Sedekah yang kita berikan kepada sesama dan bakti yang kita berikan kepada orangtua, pada hakikatnya itu untuk kita. Segala manfaatnya akan kembali kepada kita.
Berbakti bukan sekadar urusan rupiah. Berikan juga perhatian, waktu, dan lain-lain. Persis seperti mereka dulu membesarkan kita, mereka berikan segalanya.
Bukan rezeki yang seret. Jangan-jangan bakti kita pada orangtua yang seret. Yuk introspeksi. Berbenah dan berubah.
Ketika kita berusaha menyayangi, memuliakan, dan mengayakan orang lain, maka kita akan disayangi, dimuliakan, dan dikayakan oleh-Nya. Malahan, dekat-dekat dengan orang-orang kaya, belum tentu itu mendekatkan kita dengan rezeki. Sebaliknya, dekat-dekat dengan orang dhuafa, nah, Insya Allah itu mendekatkan kita dengan rezeki.
Ya Allah, jauhkan kami dari perniagaan yang merugi. Dan jauhkan kami sejauh-jauhnya dari kehidupan yang merugi. Aamiin.

Baca Juga: Kata-Kata Gombal ala Dilan Dari Pidi Baiq

Bikin sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, haji, umrah, akikah, kurban, zakat dan sedekah, akan lebih mudah kalau kita kaya.
Kalau kita kaya, banyak hal konkrit yang bisa kita lakukan untuk keluarga, sesama dan agama. Belum bisa? Aminkan dulu deh.
Sepenting-pentingnya uang, lebih penting lagi ilmu dan akhlak di balik uang. Tanpa ilmu dan akhlak yang tepat, uang bisa jadi bencana.
Investasi dulu dengan-Nya. Terus? Investasi ilmu untuk otak kita. Setelah itu? Insya Allah akan mudah untuk invest apapun.
Bisnis tidak sesulit yang kita bayangkan. Begitu kita action, bayangan negatif pun pelan-pelan sirna.
Jika orangtua meminta sesuatu, jangan mengeluh dan menggerutu. Ini kesempatan bagimu. Iyakan saja, maka rezeki akan datang dari berbagai penjuru.
Gak punya uang? Mestinya tetap yakin bisa buka usaha, bisa menikah, bisa berumrah dan lain-lain. Yakin dulu, niat dulu, doa dulu.
Kalau mengingat rezeki yang kita peroleh selama ini, rasa-rasanya malu untuk memohon ini-itu. Namun tetaplah berdoa dan memohon, sambil mensyukuri.
Saldo boleh naik-turun. Bisnis boleh naik-turun. Tapi integritas harus naik terus.
Ada uang atau nggak ada uang, mestinya kita tetap yakin. Ini namanya iman.
Dari dulu sampai sekarang, uang tidak pernah membawa masalah. Yang masalah itu manusianya. Kurang ilmu, kurang moral.
Kalau memang masih mau bekerja, ya terimalah konsekuensinya. Kalau berbisnis? Siaplah dengan resikonya.
Rezeki yang pasti-pasti biasanya nggak banyak. Rezeki yang tidak disangka-sangka? Nah, itu biasanya banyak.
Teramat banyak rezeki yg DIA telah dan akan berikan. Pertanyaannya, seberapa pantas kita sehingga diberi banyak oleh-Nya?
Umrah itu mengundang rezeki. Lihatlah di sekitar kita, orang-orang yang pulang berumrah, biasanya rezekinya membaik.
Daripada ngeluh tentang kecilnya gaji, mending coba mandiri. Berbisnis. Mulai saja sebisanya, sepahamnya.
Setelah bersedekah, kadang niat bisa terganggu lagi. Makanya mesti benar-benar dijaga. Jangan pernah merasa bangga dengan amal.
Ketidak-pastian dalam rezeki (jumlahnya, kapannya, dari mananya, dan lain-lain) membuat manusia optimal ikhtiar dan ibadahnya.
Namanya gaji, sulit untuk meningkat secepat kilat. Beda dengan bisnis. Bisa bertambah secara eksponensial.

Itulah 150+ kumpulan kalimat mutiara dan kata-kata bijak dari Ippho Santosa yang penuh inspirasi tentang konsep rezeki, bisnis, usaha, sedekah, dan ilmu dalam beramal. Semoga membuat kita terpacu untuk memulai bisnis sendiri. Kamu pun bisa menuliskan kutipan Ippho Santosa yang inspiratif ini di media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, atau WhatsApp untuk memberikan semangat pada teman-teman yang lain.

SHARE

Artikel Terkait

Subscribe Artikel via Email