Kumpulan Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa Beserta Terjemahan

Bacaan Niat dan Doa Buka Puasa Wajib dan Sunnah

Bulan Ramadhan sangat suci bagi umat muslim di seluruh dunia karena kita melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Puasa Ramadhan termasuk ke dalam salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan.

Selain itu ada beberapa puasa sunnah yang baik untuk dilaksanakan. Rasulullah sangat menganjurkannya karena memiliki banyak keutamaan dan manfaat. Tidak hanya bagi jiwa, tapi juga dari segi kesehatan.

Kumpulan Doa dan Niat Puasa Wajib Maupun Sunnah

Alfabetis.com akan membahasnya untuk Anda semua. Lengkap dengan kumpulan niat puasa, doa buka puasa, tulisan bacaannya dalam bahasa Arab, tulisan latin, lengkap dengan artinya dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah jenis-jenis puasa yang ada dalam Islam.

Doa Buka Puasa

Untuk doa buka puasa wajib maupun sunnah, bacaannya sama. Doa ini sudah diajarkan sejak sekolah dasar. Jadi kami yakin Anda pasti sudah hapal. Namun jika belum, jangan khawatir, kami akan tuliskan kembali.

Ada dua versi bacaan doa buka puasa. Cukup diamalkan salah satunya saja mana yang lebih mudah dipahami. Jika harus memilih mana yang lebih baik, keduanya sama baik karena sama-sama mengagungkan Allah.

a. Doa Buka Puasa 1

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

"Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin."

Artinya: "Ya Allah karena-Mu, dengan-Mu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, atas segala rahmat-Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih."


b. Doa Buka Puasa 2

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

"Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya-allah ta‘ala"

Artinya: "Duhai Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, Insya Allah."

1. Niat Puasa Wajib Ramadhan

Puasa ini dilakukan setiap tahun pada bulan Ramadhan selama 1 bulan penuh. Hukumnya wajib bagi semua umat muslim baik pria maupun wanita. Namun ada beberapa golongan yang mendapat pengecualian, yaitu: wanita sedang haid atau menstruasi, wanita sedang hamil atau menyusui, orang sakit, dan musafir (orang sedang bepergian jauh). Atau Sebagai gantinya harus melakukan puasa qadha di bulan lain yang jumlahnya sesuai dengan hari tidak berpuasa.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghodin an' ada'i fardhi syahri romadhoona haadzihis sanati lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Syawal

Puasa ini dikerjakan selama 6 hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri. Diutamakan untuk dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 7 Syawal.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'ala."

Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."

3. Niat Puasa Qadha

Wajib dilakukan untuk mengganti puasa yang tidak dilakukan di bulan Ramadhan.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shouma ghodin ‘an qadaa’in fardho romadhoona lillahi ta’alaa."

Artinya: "Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala."

4. Niat Puasa Senin Kamis

a. Niat Puasa Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi tana’ala."

Artinya: "Saya berniat puasa hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala"


b. Niat Puasa Hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi taa’ala."

Artinya: "Saya berniat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala."

5. Niat Puasa Idul Adha (Dzdulhijjah)

Dilaksanakan tanggal 1-7 Dzdulhijjah. Sangat danjurkan untuk dilanjutkan ke puasa Tarwiyah pada tanggal 8 lalu puasa Arafah tanggal 9.

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma syahri dhilhijjati sunnatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala."

6. Niat Puasa Tarwiyah

Dilaksanakan setelah puasa Dzdulhijjah, yaitu tanggal 8 Dzdulhijjah.

نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shaumat tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala."

7. Niat Puasa Arafah

Dilaksanakan setelah puasa Tarwiyah, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah.

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ‘arofata sunnatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala."

8. Niat Puasa Rajab

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

"Nawaitu shouma ghodin fii syahri rajabi sunnatan lillaahi ta’aalaa."

Artinya: "Saya niat puasa esok hari di bulan Rajab sunah karena Allah Ta’ala."

9. Niat Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharam. Dianjurkan untuk melanjutkan melakukan puasa Ayura keesokan harinya yaitu di tanggal 10 Muharam.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT."

10. Niat Puasa Asyura

Puasa Asura dilaksanakan pada tangal 10 Muharam. Sebelumnya disarankan untuk melakukan puasa Tasu'a terlebih dulu di tanggal 9 Muharam.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT."

11. Niat Puasa Sya'ban

Bulan Sya'ban atau bulan Ruwah berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan dalam kalender Hijriah. Di bulan ini, Allah menaikkan berbagai amalan sehingga dianjurkan untuk berpuasa untuk menambah pahala. Puasa Nisfu Sya'ban dianjurkan dilakukan tanggal 15 Sya'ban.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya‘bana lillâhi ta‘âlâ."

Artinya: "Aku berniat puasa sunah Sya‘ban esok hari karena Allah SWT."

12. Niat Puasa Daud

Puasa Daud dilakukan secara selang-seling, yaitu sehari puasa sehari tidak. Misalnya hari Senin berpuasa, Selasa tidak, Rabu puasa lagi, Kamis tidak, dan seterusnya. Hari Jum'at diperbolehkan berpuasa jika sedang melakukan rangkaian puasa Daud.

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma Daawuda sunnatal lillahi ta'ala."

Artinya: "Aku niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta'ala".

12. Niat Puasa Ayyamul Bidh (Puasa Putih)

Puasa Ayyamul Bidh dilakukan setiap bulan selama tiga hari di pertengahan bulan. Dilaksanakan setiap bulan dalam kalender Hijriah. Biasanya tanggal 13, 14, dan 15.

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

"Nawaitu shauma ayyamil biidhi sunnatan lillahi ta’ala."

Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh sunah karena Allah Ta’ala."

13. Niat Puasa Nazar

Sesuai artinya, nazar adalah janji. Puasa ini dilakukan jika harapan telah dikabulkan oleh Allah SWT. Misalnya Anda berjanji akan puasa jika mendapat nilai bagus saat ujian.

نويت صوم النذرلله تعلى

"Nawaitu Shauma Nadzri Lillahi Ta'aala".

Artinya: "Saya niat puasa nazar karena Allah Ta’ala."

Itulah kumpulan lafal niat dan doa berbuka puasa baik yang wajib maupun sunnah dalam agama Islam. Tersedia dalam bacaan Arab dan latin, serta artinya dalam bahasa Indonesia. Semoga bisa membantu bagi yang belum hafal dan dapat segera diamalkan.

SHARE

Artikel Terkait

Subscribe Artikel via Email